kembali pada hakekat penciptaan...
kenapa manusia diciptakan dengan 2 kaki, 2 tangan, 2 lubang hidung, 2 mata dan 2 telinga namun hanya diberi 1 mulut yang membungkus lidah?
itulah nikmat kelebihan manusia yang jarang dinalar, sehingga menggunakan anugerah itu dengan semaunya sendiri dan sepenak udel masing-masing, tanpa sedikitpun mau tau apa nanti dimintai pertanggungjawaban ato tidak.
kaki diciptakan kiri dan kanan agar manusia bisa melangkah, berjalan menuju satu tujuan dengan mudah. bisa terbayang bagaimana orang berjalan dengan sebelah kaki saja?
tangan diberi kiri dan kanan agar manusia mudah meilih dan memilah mana yang haq mana yang bathil
lubang hidung diberi dua agar hidung itu menjadi peka, sehingga mampu mem-bau-i apa yang ada dan terjadi di sekelilingnya.
mata diberi dua dan di taruh di depan, tidak hanya agar manusia mampu membedakan mana yang lurus mana yang bengkok, namun ditujukan agar lebih banyak melihat kedepan daripada belakang. sehingga jelas tujuan yang akan dia tuju.
telinga di diciptakan 2 di kiri dan kanan agar manusia bisa mendengar suara dari kiri dan kanan, sehingga banyak informasi yang didapat, bukan hanya informasi dari 1 arah.
lalu kenapa mulut hanya 1 dan membungkus lidah?
karena manusia diminta untuk sedikit bicara dan memberikan suara hanya 1 arah, tidak kesana-kemari yang engakibatkan manusia itu mendapat julukan "mencla-mencle"
lalu lidah itu dibungkus, karena tajamnya lidah itu, sehingga mampu melukai apa saja yang bersinggungan dengannya.
lalu bagaimana engan otak yang diletakkan dalam tempurung kepala? bukan dalam tempurung kaki atau dalam pantat?
karena otak adalah bagian paling riskan dari kesemuanya. Otak diberikan 1 buah agar ia mampu menganalisa dengan benar dan terfokus. lalu diletakkan dalam tempurung kepala yang terletak di bagian manusia paling tinggi agar manusia mampu bertindak dan mengendalikan tangan, kaki, mata, telinga, hidung, mulut dan lidah dengan baik, yang kemudian menjadikan manusia sebagai mahluk yang luhur.
kesemuanya itu ditempatkan dalam posisi yang sudah terencana, agar masing-masing tau akan posisi dan fungsi masing-masing. namun apa yang telah dilakukan kebanyakan anak adam?
otak digunakan tidak dengan semestinya, sehingga menjatuhkan martabatnya sendiri sebagai manusia. mereka biarkan tangan, kaki, mata dan telinga bergerak semau mereka tanpa control dari otak. sehingga mulut ikut2an dan mengumbar lidah yang harusnya disarungkan hingga menjadi over dan beraktivitas terlalu giat ketimbang yang lainnya, sehingga tak jarang lidah itu melukai apapun yang ditemuinya. karena tidak mampu mengontrol aktivitas organ yang menjadi downline-nya, otak keudian turun tahtanya dan berpindah singgasana menuju pantat, dengkul atau bahkan ke tumit.
jika sampai itu terjadi, apa bedanya manusia dengan binatang? sebodoh-bodohnya keledai, ia masih mampu menggunakan otak yang ditempatkan dalam kepalanya.
Friday, 9 October 2009
Tuesday, 6 October 2009
Tolong....
jika harus terus, tolong luruskan
jika harus berjalan, bantu untuk melangkah
jika harus Luus, tolong permudah
jika harus terbang, tolong tinggikan
jika harus bertahan, tolong kuatkan
namun....
jika harus berlalu, tolong damparkan
jika harus terhenti, tolong hentikan
jika harus gagal, tolong persulit
jika harus menghujam, tolong hempaskan
jika harus berakhir, tolong patahkan
jika harus berjalan, bantu untuk melangkah
jika harus Luus, tolong permudah
jika harus terbang, tolong tinggikan
jika harus bertahan, tolong kuatkan
namun....
jika harus berlalu, tolong damparkan
jika harus terhenti, tolong hentikan
jika harus gagal, tolong persulit
jika harus menghujam, tolong hempaskan
jika harus berakhir, tolong patahkan
Monday, 5 October 2009
Air
Tenang air tidak dicermin sunyi
adanya ia, seperti serigala yang tidur dengan pikiran licik kancil dan pedoman buku karangan Machiavelli
terlihat elok kecil gemericik tenang gelombang.
adanya ia, seperti serigala yang tidur dengan pikiran licik kancil dan pedoman buku karangan Machiavelli
terlihat elok kecil gemericik tenang gelombang.
Wednesday, 17 June 2009
Goblog Atau Nggoblogi, Pinter Atau Keminter
Hari ini, salah satu tokoh mayarakat di kampung saya meninggal. Beliau merupakan salah satu putra dari tokoh tetua di daerah ini. Kemsyhuran beliau Masya’alloh! Sampai kemana-mana. Namun, saya mendapati kenyataan yang sebenarnya kurang berkenan atas apa yang dilakukan oleh ahli waris beliau.
Dari mata saya, apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan itu tidak salah. Malah kalau tidak salah, ada tuntunannya. Namun, hal tersebut bertentangan dengan adat.
Beliau melakukan banyak hal yang didasari oleh ilmu agama. Namun amalan beliau lakukan banyak bertentangan dengan kebiasaan yang dilakukan orang jawa. Hasilnya? Banyak menuai grunengan dari masyarakat.
Gimana ya? Saya sendiri mau tertawa ya gimana, wong lucu. Tapi kalo tertawa kok ora ngepena’i . yang menjadi masalah adalah, salahsatu yang ikut nggrunengi tersebut adalah mBokde saya sendiri yang notabene adalah istri guru agama. Mau bagaimana lagi kalo ilmunya tidak sampai. Di beri masukan seperti apapun juga sulit, wong namanya mengukir di atas air.
Namun begitu, Alhamdulillah masih ada banyak yang empati pada beliau. Meskipun tidak sedikit yang memberikan protes.
Permasalahan seperti ini bukan suatu permasalahan yang mudah untuk dimengerti. Dan juga bukan permasalahan yang mudah untuk dipecahkan. Karena permasalahan itu harus dibetulkan dari pondasinya. Jika pondasi sudah baik, otomatis sampai atap juga akan baik.
Dari mata saya, apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan itu tidak salah. Malah kalau tidak salah, ada tuntunannya. Namun, hal tersebut bertentangan dengan adat.
Beliau melakukan banyak hal yang didasari oleh ilmu agama. Namun amalan beliau lakukan banyak bertentangan dengan kebiasaan yang dilakukan orang jawa. Hasilnya? Banyak menuai grunengan dari masyarakat.
Gimana ya? Saya sendiri mau tertawa ya gimana, wong lucu. Tapi kalo tertawa kok ora ngepena’i . yang menjadi masalah adalah, salahsatu yang ikut nggrunengi tersebut adalah mBokde saya sendiri yang notabene adalah istri guru agama. Mau bagaimana lagi kalo ilmunya tidak sampai. Di beri masukan seperti apapun juga sulit, wong namanya mengukir di atas air.Namun begitu, Alhamdulillah masih ada banyak yang empati pada beliau. Meskipun tidak sedikit yang memberikan protes.
Permasalahan seperti ini bukan suatu permasalahan yang mudah untuk dimengerti. Dan juga bukan permasalahan yang mudah untuk dipecahkan. Karena permasalahan itu harus dibetulkan dari pondasinya. Jika pondasi sudah baik, otomatis sampai atap juga akan baik.
Sunday, 3 May 2009
Yaa Rabb
hamba persembahkan 1001 sujud padaMu
atas semua dosa hamba pada orang yang hamba cintai
Yaa Robb
dengan ridhoMu
hamba mengharap ketenangan di jiwa dan hati
untuk menjalankan sisa nafas hamba
atas semua dosa hamba pada orang yang hamba cintai
Yaa Robb
dengan ridhoMu
hamba mengharap ketenangan di jiwa dan hati
untuk menjalankan sisa nafas hamba
Wednesday, 29 April 2009
mana senyum untukku (open your eyes)
sebelum warna biru di ufuk timur berangsur memerah
sebelum ayam jantan memekikkan suaranya
sebelum mentari benar-benar terjaga
kanapa aku belum juga tersungkur?!
kenapa juga aku masih berkutat di alam mimpi?!
padahal disana ...
ada senyum nelayan yang pulang dengan amisnya bau ikan...
ada senyum petani yang sayurnya laris dibeli para pengecer...
ada senyum tengkulak ikan dan pengecer yang siap menjual dagannya...
dan ada senyum malaikat yang turun dan mengamini setiap do'a hambaNya
lalu dimana aku?
lalu mana senyum untukku?
Wednesday, 4 March 2009
Mulut
Mulut adalah sarung pedang yang tajam sisi-sisinya, khawatirku banyak yang kan teluka karena itu daripada gunanya
(AB 0309 OA)
(AB 0309 OA)
Subscribe to:
Posts (Atom)